Selasa, 07 Agustus 2012

Mencermati Pesona Mitsubishi Outlander Sport (Bagian 1)

Jakarta, KompasOtomotif - Komentar pertama yang menarik dari Mitsubishi Outlander adalah ketiga diberi tahu harganya, paling bawah (standar) Rp 289  dan paling tinggi  325 juta. Untuk harga segitu  dan mesin, kompetitor paling dekat adalah Suzuki Grand Vitara baik 2.0 liter maupun 2,4 liter. Sedangkan dimensi, Grand Vitara lebih panjang  378 mm, begitu juga dengan jarak antar-sumbu roda. Sebagai pembanding, panjang, lebar, tinggi dan jarak sumbu roda Suzuki Grand Vitara adalah 4.673, 1.849, 1.756 dan 2.707 mm.
 
Kompak
Outlander Sport dengan panjang x lebar x tinggi: 4.295 x 1.770 x 1.625 dan jarak sumbu roda 2.670 mm, termasuk SUV kompak sama dengan Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Bahkan Rush dan Terios lebih panjang (dimesin Rush dan Terios: 4.450 mm, tinggi 1.745,1.740 dan jarak sumbu roda 2.685 mm). Namun dari segi penampilan, mesin dan harga, Outlander Sport berada di atas  kedua SUV terlaris di Indonesia  tersebut
 
Dimensi kompak inilah yang membuat Mitsubishi menargetkan Outlander buat anak muda kota yang inginmerasakan  mobil dengan postur lebih tinggi dengan kenyamanan sedan. Karena itu pula, yang dipasarkan adalah versi 4x2, sedangkan 4x4 harus melihat permintaan konsumen. Faktor itu pula yang menyebabkan Mitsubishi memberi tag line “The Legend Meets Urban Soul”.
 
Perbedaan
Dari segi penampilan, ketiga varian Outlandder Sport ini tidak berbeda jauh. Hanya dari dekat bisa diketahui. PX- varian paling top – menggunakan lampu HID atau xenon dengan autolevelling (lampu mengatur ketinggian sorotnya secara otomatis) dan panoramic glass roof. Sedangkan ukuran ban yang digunakan sama.
 
Pada interior, PX yang menggunakan transmisi otomatik CVT, dilengkapi dengan paddle shift, memungkinkan pengemudimemindahkan gigi secara manual. Sedangkan jok dan berlapiskan kulit hanya ada pada PX dan GLS, sedangkan GLX menggunakan fabric. Tambah lain pada PX, panel meter kontras  dan tombol  start/stop mesin.

Head unit dengan layar 7 inci 2DIN yang bisa memainkan DVD, CD, MP3, WMA, Radio AM/FM, koneksi USB, Bluetooth digunakan pada seluruh varian. Audio bisa dikontrol melalui tombol di setir. Kelengkapan audi lainnya, menggunakan 6 speaker, terdiri dari 4 speaker bas dan medium dan dua tweeter.
 
Lainnya, berdasarkan brosur yang diterbitkan Mitsubishi sama, termasuk lampu kabut dengan pinggiran bezel dikrom. Sedangkan warna hanya lengkap  untuk PX, tidak ada merah dan biru untuk tipe GLS dan GLX.
 
Fitur keselamatan
Ketiga varian, dilengkapi sistem keamanan aktif yaitu 4 anti-lock braking system (ABS), electronic brakingforce distribution (EBD) dan Brake Assist (BA). 
 
Perlengkapan keselamatan pasif adalah kantung udara untuk pengemudi dan penumpang depan serta pembebas pedal rem. Untuk yang terakhir,  pedal rem akan melipat bila bagian depan mobil bertabrakan. Dengan cara ini, cedera kaki  pengemudi bisa dicegah tanpa mempengaruhi kerja rem.
 
Untuk efisiensi, Mitsubishi kini mengunakan power steering yang digerakkan oleh motor listrik (electric power steering/EPS). Sedangkan mekanismenya, akan patah, bila terjadi tabrakan sehingga tidak menghantam kaki pengemudi.

Sistem keamanan lain, adalah brake override system (smart pedal), sensor yang memastikan mobil tidak akan tancap gas bila pedal gas dan rem ditekan bersamaan. Bila kondisi ini terjadi, sensor langsung memastikan pengemudi melakukan cara yang salah atau tidak normal. Komputer akan langsung memperlambat laju kendaraan. (Bersambung)
Sumber : www.kompas.com
 

Kamis, 26 Juli 2012

SUN STAR MOTOR: Penjualan Outlander Sport Di Malang Dipatok 275 Unit

MALANG--PT Sun Star Motor, diler resmi Mitsubishi Motor dan Mitsubishi Fuso Truck & Bus Malang, mematok target penjualan untuk produk terbaru Outlander Sport sebanyak 275 unit hingga akhir 2012.

Momen Idul Fitri diyakini mampu mendongkrak sekitar 15%-20% target penjualan tersebut.

Secara resmi, PT Sun Star Motor memperkenalkan Outlander Sport ke publik di Malang Olympic Garden (MOG), Kamis (12/7/2012) malam. Acara launching mendapat sambutan luas dari pecinta otomotif di Malang yang penasaran dengan kehadiran kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) tersebut.

Manager Cabang PT Sun Star Motor Malang R. Gatot Soebroto mengatakan respons positif kehadiran Outlander Sport tersebut ditandai dengan 11 transaksi yang langsung dicetak sesaat setelah acara launching digelar. Sebagai bentuk apresiasi dari konsumen yang melakukan transaksi, Sun Star Motor memberikan fasilitas servis gratis hingga kilometer 50.000.

“Kami membidik kalangan pengusaha muda menyusul performa Outlander yang sangat cocok untuk medan alam terbuka maupun perkotaan,” ujar Gatot.

Dia menambahkan selama acara peluncuran yang berlangsung hingga Selasa (17/7) mendatang, Sun Star Motor mematok target penjualan sebanyak 25 unit. Melihat antusiasme pecinta otomotif di Malang yang tinggi khususnya pecinta Mitsubishi, pihaknya optimistis target selama launching tersebut bisa terealisasi.

“Selain itu, momen launching yang tepat karena berdekatan dengan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, akan menjadikan Outlander sebagai pilihan tersendiri.”

Apalagi, secara umum Outlander hadir dengan tiga varian tipe yakni GLX, GLS, dan PX. Harga juga relatif terjangkau, yakni Rp294 juta untuk GLX, Rp313 juta untuk GLS, serta Rp335 juta untuk PX.

Sejumlah keunggulan, ujar dia, layak dikedepenkan diantaranya anti maling karena menggunakan sistem tombol bukan starter, tenaga mesin yang besar, suspensi yang lembut, serta panoramic roof.

“Intinya maling bisa masuk namun tidak bisa menghidupkan mesin karena semuanya sudah terseting sedemikian rupa dan beregister. Sehingga kendaraan ini relatif aman dari tindak kejahatan.”

Selain itu, karena diproduksi di dalam negeri, pihaknya menjamin kepada konsumen tidak sampai inden untuk mendapatkan Outlander Sport. Menurutnya, pasar Mitsubishi di Malang cukup bagus. Hal itu ditandai dengan angka penjualan yang bagus untuk produk Mitsubishi utamanya Pajero.

Sumber : www.bisnis.com

MOBIL SPORT: Penjualan Akan Meningkat Hingga 2017

JAKARTA--Pangsa pasar mobil sport serba guna cenderung terus meningkat hingga 5 tahun mendatang, dipicu tren konsumen dalam memilih kendaraan dan kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak rusak.

Riyanto, peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi UI, mengatakan sejak 3-4 tahun lalu terlihat trend konsumen memilih mobil sport serbaguna atau sport utility vehicle (SUV) sehingga berdampak mengurangi pasar mobil sedan.

“Tren konsumen memilih mobil sport utility vehicle akan berlangsung hingga 5 tahun ke depan atau lebih, bergantung pada bagaimana industri mengolah pasar tersebut dan perkembangan kondisi infrastruktur jalan,” ujarnya, Selasa (3/7/2012).

Menurutnya, peminat mobil SUV yang terkesan lebih jantan dan bertenaga kuat itu ternyata bukan hanya didominasi kaum lelaki, tetapi juga kalangan perempuan yang merasa lebih percaya diri menunggang mobil sport serbaguna tersebut.

Kecenderungan pasar itu telah ditangkap oleh hampir semua agen tunggal pemegang merek dan prinsipalnya dengan meluncurkan varian SUV dengan tipe 4x4 dan 4x2 yang dilengkapi berbagai keunggulan mesin dan fitur modern.

“Namun, dari dua tipe mobil SUV itu ternyata kebanyakan konsumen memilih tipe 4x2 dengan penggerak 2 roda depan atau belakangnya saja, karena pertimbangan harga yang sedikit lebih murah, kendati tetap setara dengan harga sedan,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis sejumlah agen tunggal pemegang merek meluncurkan SUV seperti PT Mercedes Benz Indonesia dengan mobil SUV premium The New M-Class, dan PT Garuda Mataram Motor melepas ke pasar produk Audi Q3.

Selanjutnya PT Mazda Motor Indonesia mengeluarkan varian SUV baru Mazda CX-5, dan PT Kramayudha Tiga Berlian dengan mobil sejenis yaitu Mitsubisi Pajero dan segera menyusul Mitsubisi Outlander Sport.

Adapun pendahulunya PT Nissan Motor Indonesia menghadirkan Nissan X-Trail, PT Toyota Astra Motor dengan Toyota Fortuner dan PT Honda Prospect Motor mengeluarkan Honda CR-V.

Riyanto mengungkapkan kecenderungan konsumen memilih mobil SUV dipicu karena mengikuti trend yang berkembang ketika pasar sedan bergeser ke mobil sport serbaguna dan jenis yang lain dalam beberapa tahun terakhir ini.

Selain itu, lanjutnya, kondisi infrastruktur jalan di Tanah Air yang terlihat masih banyak yang rusak dan sering tergenang air sehingga cukup merepotkan bagi kendaraan jenis sedan.

Andrew Nasuri, Chief Executive Officer PT Garuda Mataram Motor, agen tunggal pemegang merek mobil Audi, sebelumnya mengatakan pangsa pasar mobil SUV diperkirakan akan terus meningkat.

Adapun faktor pemicu pasar tersebut antara lain kondisi infrastruktur jalan yang banyak rusak dan sering tergenang air yang menjadi pertimbangan konsumen lebih tertarik memiliki mobil SUV.

Menurutnya, perkembangan permintaan pasar tersebut menjadi salah satu alasan pergeseran segmen mobil sedan ke SUV dan multi purpose vechicle (MPV) atau mobil serbaguna untuk keluarga dengan 7 tempat duduk..

Sumber : www.bisnis.com